Rabu, 13 Februari 2013

Sampah, Bencana atau Berkah ???

Bismillahirahmanirahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh




Sampah sering dituding sebagai biang dari penyakit dan bencana bagi umat manusia. Inilah beberapa catatan berkenaan dengan sampah dan cara menanganinya.

1. Beberapa tahun lalu, 143 nyawa melayang jadi korban longsornya TPA Luewigajah.

2. Tragedi Leuwigajah juga mengubur 139 rumah dan puluhan hektar kebuh dan lahan pertanian.


3. Berkaca pada tragedi itu, pemerintah mencanangkan 21 Februari sebagai Hari Sampah.


4. Tak ada data pasti, berapa korban mati dan sakit akibat salah urus sampah diseluruh pelosok negeri.


5. 90% TPA tidak memenuhi syarat. Sedang rata-rata produksi sampah nasional 200rb ton/hari..jabodetabek 25000 ton/hari.


6. Volume sampah terus menggunung seiring pertumbuhan peduduk dan perbaikan ekonomi.


7. Persepsi umum adalah sampah itu kotor menjijikkan harus segera dibuang dan dimusnahkan.


8. Sampah dianggap musuh, tapi diproduksi terus tak terpikir khalayak menguranginya.


9. Pusat keramaian: pasar, terminal, mall, restoran, event, konser, aksi hingga demo jadi pabrik sampah terbesar.


10. TPA sebagian besar telah renta, daya tampung nyaris habis, lahan luas kian tiada... Mau dikemanakan lagi sampah kita?


12. UU sampah sudah keluar di tahun 2008, tapi hingga kini satupun PP belum ada.


13. Aturan menegaskan pengelolaan sampah harus terpadu (Reduce-Reuse-Recycle), tapi fakta hanya rutin Angkut-Buang-Musnahkan.


14. Beragam program kompetisi: Adipura(pura), green n clean dsb menjelma jadi agenda mafia piala yang laku untuk kampanye pilkada.


15. Malpraktek pengelolaan sampah turut sumbang banjir, menjamurnya TPA/TPS illegal, dsb. Masih ingat dengan Bandung Lautan Sampah?


16. Pemerintah mengeluh pengelolaan butuh dana besar, budaya masyarakat belum mendukung, bla bla... Tapi roadmap pun hanya diawang-awang.

17. Mengelola sampah seperti halnya memberantas korupsi. Masih ruwet di negeri tercinta ini.


18. Konsep besar dan ideal dalam pengelolaan sampah terpadu terbagi dalam 2 arus: basis masyarakat (hulu) dan basis teknologi (hilir).


19. Harapannya 2 arus ini bergerak simultan dan ketemu di titik optimal, yaitu zero waste.


20. Mindset sampah perlu dirombak. Sampah bukan sumber bencana tapi sumber berkah.


21. Dari rumah, kantor, tempat usaha dan sektor hulu lain pengelolaan harus sudah dimulai. Pemilahan dan Pengolahan sederhana dapat dilakukan.


22. Tempat sampah dipisahkan: organik, kertas, plastik/kaca dan lebih baik + untuk B3. Kuncinya semua harus disiplin ketika buang sampah.




23. Perempuan punya peran lebih karena sering berurusan dengan rumah tangga + mendidik anak memilah sampah.


24. Hasil pemilahan mengkategorikan sampah menjadi layak jual, layak kompos, layak kreasi, dan layak buang. 3 pertama bernilai ekonomi.

25. Pemilahan sampah di hulu dengan demikian akan mengurangi 75% potensi penambahan volume di TPA.


26. Percuma jika hanya dilakukan 1-2 rumah, lalu saat diangkut dicampur lagi. Perlu pengorganisasian berbasis komunitas, RT, RW, dll.


27. Beberapa model basis komunitas yang sudah ada antara lain bank sampah, TPST (Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu), atau variasi lainnya.


28. Pada level ini, dalam dinamikanya muncul dilema dan problematika... Mau dikemanakan kompos dan hasil kreasi jika sudah banyak? 


29. Maka perlu sinergi lintas, kompos untuk program RTH, tamanisasi, kebun, hasil kreasi bisa sinergi dengan even dan pariwisata.


30. Untuk yang layak jual bisa kerjasama dengan pemulung dan atau pengepul. Menarik jika dikembangkan Gerakan Sedekah Sampah.


31. Komposisi sampah Indonesia: 58% organik/dapur, 14% plastik, 9% kertas, 19 % jenis lain. Artinya ada potensi pengurangan 81%.



 32. Tapi, penyumbang terbesar sampah adalah : pasar, mall, kantor, tempat umum lain. Jadi, komitmen perlu ditegaskan pula pada pemerintah dan swasta.

33. Pemerintah harus ada di garda depan dan jadi fasilitator. Swasta harus dengan reward-punishment dan masyarakat dengan insentif-disinsentif.


34. Psl 28H UUD45 : lingkungn hidup yang baik dan sehat adalah hak asasi dan konstitusional WNI. Kita bisa tuntut pemerintah yang lalai tidak kelola sampah.


35. Menanti pemerintah siuman..kita gerakkan masyarakat untuk bersama kelola sampah : Mulai dari diri sendiri, Mulai yg kecil, dan Mulai sekarang.


36. Menghargai jasa pahlawan lingkungan yang tak bertanda, saya mengajak kita semua memekikkan SUMPAH (peduli) SAMPAH.


37. Satu: kami putra putri Indonesia berjanji tidak akan buang sampah sembarangan.


38. Kami putra-putri Indonesia berjanji akan memilah sampah mulai dari rumah.


39. Tiga:Kami putra-putri Indonesia berjanji akan mengelola sampah sebagai sumber berkah.


40. Semoga Indonesia bebas masalah sampah.



Semoga bermanfaat dan menginspirasi anak bangsa ini untuk perduli pada lingkungan....

Wassalam,
Salam sejahtera sekali,

M C Heru Purnomo

Artikel diambil dari : SUMBER

Baca juga artikel dengan judul : Sampahmu Peluang Usaha Ku 

Senin, 11 Februari 2013

PENTINGNYA ETIKA DAN MORAL

Bismillahirahmanirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh






Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar itu Etika dan Moral, namun pada kenyataannya hanya sebagian orang yang dapat menerapkan Etika dan Moral yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum lebih lanjut membahas pentingnya etika akan lebih baik jika kita mengerti apa itu etika dan moral.


Etika merupakan Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Sedangkan moral Istilah Moral berasal dari bahasa Latin. Bentuk tunggal kata ‘moral’ yaitu mos sedangkan bentuk jamaknya yaitu mores yang masing-masing mempunyai arti yang sama yaitu kebiasaan, adat.


Bila kita membandingkan dengan arti kata ‘etika’, maka secara etimologis, kata ’etika’ sama dengan kata ‘moral’ karena kedua kata tersebut sama-sama mempunyai arti yaitu kebiasaan,adat. Dengan kata lain, kalau arti kata ’moral’ sama dengan kata ‘etika’, maka rumusan arti kata ‘moral’ adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.


Sedangkan yang membedakan hanya bahasa asalnya saja yaitu ‘etika’ dari bahasa Yunani dan ‘moral’ dari bahasa Latin. Jadi bila kita mengatakan bahwa perbuatan pengedar narkotika itu tidak bermoral, maka kita menganggap perbuatan orang itu melanggar nilai-nilai dan norma-norma etis yang berlaku dalam masyarakat. Atau bila kita mengatakan bahwa pemerkosa itu bermoral bejat, artinya orang tersebut berpegang pada nilai-nilai dan norma-norma yang tidak baik.


Mengapa Etika dan moral penting? Karena Dalam dunia sehari-hari, bisnis, sekolah, bermasyarakat, dan lain sebagainya. Harus di dukung oleh sikap dalam tutur kata yang baik dan tingkah laku (perbuatan) yang baik pula, karena pada dasarnya seseorang akan melihat cara kita berbicara dan tingkah laku kita saat berbicara dengan lawan bicara kita. Missal : jika kita tidak dapat bertutur kata dengan baik dalam dunia bisnis, rekan bisnis kita pasti akan merasa kecewa karena semula ingin bekerja sama dengan anda, karena melihat dari segi tutur kata atau tingkah laku anda kurang baik, itu akan menjadi minus bagi anda di mata rekan bisnis anda.


Begitu juga dalam bermasyarakat, jika dalam lingkungan perumahan atau sekitar rumah anda, anda tidak dapat menjaga etika dan moral, secara sikap dan tingkah laku maka dalam kehidupan bermasyarakat anda akan mendapatkan predikat yang kurang baik.


Kesimpulan


Dari pengertian diatas dapat kita simpulkan betapa pentingnya etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari karena jika tanpa etika dalam dunia pekerjaan dan melakukan aktifitas yang berdialog dengan lawan bicara tanpa mempunyai etika dan moral yang kurang bagus, akan terasa sekali dampaknya pada diri kita sendiri, jika dengan etika dan moral yang bagus seseorang akan merasa nyaman berdialog dengan kita, sebaliknya  jika tanpa di dukung oleh etika dan moral yang bagus, seseorang akan segan untuk berdialog atau berkomunikasi dengan kita.

Bisa kita bayangkan bukan apa yang akan terjadi kalau kita tidak menggunakan etika yang benar.. Menurut teman-teman apa yang bakalan terjadi bagi seorang pebisnis bila tidak menggunakan etika dalam menjalankan bisnisnya ? Akan meraih sukses atau terpuruk kah bisnisnya ? Silahkan share pendapat teman-teman semua ya.....

Semoga barmanfaat adanya.

Wassalam,
Salam sejahtera selalu,

M C Heru Purnomo 


Artikel dari : Sumber

Rabu, 06 Februari 2013

Cara Menghitung Keuntungan Usaha

Bismillahirahmanirahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Ketika kita mendirikan suatu usaha maka tentunya kita akan berencana untuk mendapat keuntungan dari usaha tersebut. Tak mungkin kan kita berusaha tapi berharap untuk merugi. Artikel saya kali ini akan berusaha menyampaikan bagaimana cara menghitung keuntungan usaha secara sederhana.

Cara Perhitungan Keuntungan

1. Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)/Modal Pokok

Cara menghitung modal pokok penjualan dapat dijelaskan . Perhitungan modal pokok merupakan hal pertama yang harus dilakukan untuk mengetahui keuntungan usaha selanjutnya.
Contoh: Untuk contoh kali ini menggunakan harga pokok penjualan burger seperti yang tercantum pada  dan untuk HPP per porsi menggunakan resep mi ayam ala UKMKU Rp1.500 . Harga pokok penjualan sebuah burger dengan resep ala UKMKU adalah sebesar Rp1.400 per buah.

2. Menentukan Harga Jual

Menentukan harga jual bergantung pada keinginan pemilik dan segmentasi pasarnya.
Contoh: Kali ini harga jual ditentukan dari harga yang umum di pasaran. Harga pasaran umum mi ayam adalah Rp5.000 dan harga pasaran untuk burger adalah Rp6.000.

3. Menghitung Keuntungan Kotor

Keuntungan kotor adalah hasil keuntungan dari perhitungan penjualan dikurangi modal pokok akan tetapi belum dikurangi biaya operasional.
Keuntungan kotor = Penjualan per buah/porsi — Modal Pokok
Keuntungan kotor/hari = Total penjualan/hari/bulan — Total modaI pokok atau per bulan

Contoh:

Usaha Burger

Keuntungan burger/buah = Rp6.000 – Rp 1.400 = Rp4.600/buah
Bila sehari rata-rata dapat menjual 20 buah burger, berapa keuntungan kotor yang diperoleh setiap hari dan setiap bulannya?

Keuntungan burger 20 buah/hari adalah = Rp4.600 x 20 = Rp92.000/hari
Keuntungan burger rata-rata/bulan adalah = Rp92.000 x 30 = Rp2.760.000

Usaha Mi Ayam

Keuntungan Mi ayam/porsi Rp5.000 — Rp1.500 = Rp3.500/buah
Bila sehari rata-rata dapat menjual 50 porsi mi ayam, berapa keuntungan kotor yang diperoleh setiap hari dan setiap bulannya?

Keuntungan mi ayam porsi/hari adalah Rp3.500 x 50 = Rp175.000/hari
Keuntungan mi ayam rata-rata/bulan adalah = Rp175.000 x 30 = Rp5.250.000

4. Menghitung Total Biaya Operasional

Biaya operasional usaha adalah biaya-biaya lain yang dibutuhkan untuk usaha selain bahan baku. Biaya operasional antara lain:

• Biaya Bahan bakar (gas)
• Biaya upah tenaga kerja
• Komisi per buah untuk tenaga keliling (bila ada)
• Biaya transportasi
• Biaya rekening listrik (jika ada)
• Biaya rekening air (bila ada)
• Biaya kerusakan produk, atau sisa yang tidak terjual.

Contoh: Bila sebulan usaha burger membutuhkan 2 tabung  gas 3 kg dan upah tenaga kerja, biaya ongkos belanja Rp10.000 setiap 2 hari dan total perhitungan sisa yang tidak terjual 10 buah setiap bulannya. Maka berapa total biaya operasional burger setiap bulannya?

Perhitungannya adalah:

2 tabung gas @ Rp17.000  = Rp34.000
Gaji pembantu  = Rp500.000
Ongkos 10.000 x 15 hari  = Rp150.000
Sisa burger 10 x 1.400 = Rp14.000
Total biaya operasional/bulan = Rp698.000

5. Menghitung Keuntungan Bersih

Keuntungan bersih adalah hasil keuntungan yang sudah dikurangi seluruh biaya operasional.
Cara perhitungannya adalah:

Keuntungan Bersih = Total Keuntungan Kotor/Bulan — Total Biaya Operasional Setiap Bulan
Contoh: Dengan total keuntungan kotor usaha burger Rp2.760.000 setiap bulan dan biaya operasional setiap bulan Rp698.000. Berapa keuntungan bersih yang dihasilkan usaha burger tersebut?

Keuntungan bersih/bulan = Rp2.760.000 — Rp698.000 = Rp2.062.000

6. Alokasi Hasil Keuntungan Bersih

Keuntungan bersih memang mutlak menjadi hak pemilik usaha, tapi akan lebih baik bila hasil keuntungan bersih juga ada pengelolaannya sehingga usaha Anda akan terasa lebih sehat. Akan tetapi Anda sendiri  yang berhak menentukan, pertimbangannya bila semakin besar persentase pengembalian modal investasi maka usaha akan lebih cepat balik modal (BEP). Perkecil persentase kebutuhan konsumtif di awal usaha karena persentase untuk konsumtif bisa lebih besar ketika pengembalian modal investasi sudah selesai (BEP). 

Berikut ini adalah tip-tip persentasi untuk alokasi hasil keuntungan bersih usaha:

1. Untuk pengembalian modal investasi = 30—50%
2. Untuk penyusutan alat = 10—20%
3. Untuk pengembangan usaha = 10 —20%
4. Untuk kebutuhan konsumtif = 10—50%

Semoga bermanfaat adanya.

Wassalam,
Salam sejahtera selalu,

M C Heru Purnomo

Artikel diambil dari : SUMBER

 

Pembukuan Sederhana Untuk UKM

Bismillahirahmanirahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh






Pembukuan adalah kegiatan pencatatan keuangan yang terjadi di dalam bisnis atau usaha yang sedang kita jalankan. Pembukuan ini sangat penting untuk dilakukan sebagai evaluasi kita untuk melihat perkembangan usaha dan mengetahui keuntungan atau kerugian yang kita dapatkan dari usaha yang kita jalankan tersebut. Pembukuan juga dapat dikatakan sebagai kompas atau petunjuk arah bagi kita dalam menjalankan bisnis kita.


Sebagai pelaku Usaha Kecil Menengah, kita diwajibkan untuk mengetahui dan melaksanakan pembukuan sederhana ini. Tidak diperlukan pendidikan khusus dalam hal ini, karena pembukuan sederhana ini dapat dilakukan oleh siapa saja dan bisa dengan mudah dipelajari. Rata-rata pendidikan di Indonesia saat ini sudah mengajarkan pembukuan sederhana sejak di bangku sekolah menengah, sehingga bagi kita, hal ini pastilah bisa kita lakukan dan kita pelajari.


Alasan mengapa pembukuan ini penting untuk dilakukan adalah :

  • Mengetahui arus keluar masuk uang yang ada di dalam bisnis atau usaha yang sedang kita jalankan.
  • Mengetahui posisi modal yang terpakai dan modal yang telah kembali. Jangan sampai, karena tidak ada pencatatan pembukuan, modal yang seharusnya kembali malah hilang begitu saja tanpa kita ketahui di bagian mana uang modal tersebut terpakai.
  • Mencegah tercampurnya, pengeluaran (keuangan) pribadi dan keuangan usaha. Para pelaku usaha, jika ingin melakukan pengembangan usaha yang lebih baik haruslah benar-benar memperhatikan hal ini karena pencampuran keuangan pribadi dan keuangan bisnis akan mengakibatkan arus kas dan arus uang yang beredar di dalam bisnis yang sedang dijalankan menjadi kacau balau.
  • Yang harus diingat adalah banyak sekali usaha kecil yang mengalami kebangkrutan dan terpaksa menutup usahanya karena tidak adanya pencatatan keuangan atau pembukuan ini.
  • Dengan pencatatan dan pembukuan sederhana yang kita lakukan maka kita bisa menganalisa dan mengambil tindakan yang perlu dilakukan dari hasil analisa keuangan yang telah kita lakukan.


Bagian-bagian Di Dalam Pembukuan Sederhana


1. Neraca


Di dalam neraca ini kita melakukan pencatatan terhadap aset bisnis yang kita miliki seperti berapa modal yang telah kita tanamkan untuk menjalankan bisnis ini, berapa kewajiban yang harus kita bayarkan dan berapa harta termasuk piutan yang kita miliki. Biasanya pembuatan neraca keuangan ini dilakukan setahun sekali dan dicatatkan setiap akhir tahun pembukuan, misalnya tanggal 31 Desember.


2. Laporan rugi laba


Di dalam laporan rugi laba, yang harus kita catat adalah berbagai informasi tentang aktivitas atau kegiatan yang dilakukan di dalam bisnis yang kita jalankan seperti berapa besar hasil dari penjualan yang telah kita lakukan dan seberapa besar beban dan biaya yang harus kita lakukan. Dari hasil penjualan kotor yang dikurangi dengan beban dan biaya yang harus dikeluarkan itulah maka kita akan mengetahui apakah bisnis yang kita jalankan ini mendapatkan laba atau keuntungan atau malah mengalami kerugian.


3. Laporan arus kas


Di dalam laporan arus kas, kita melakukan pencatatan sejumlah pengeluaran dan penerimaan kas yang terjadi di dalam bisnis kita termasuk bukti sumber-sumbernya. Contohnya adalah jika kita melakukan pembelian bahan baku maka kita harus melakukan pencatatan berapa jumlah uang yang harus kita lakukan untuk melakukan pembelian tersebut dan kita mencatat pula di mana kita melakukan pembelian bahan baku itu. Bukti pengeluaran atau penerimaan kas seperti faktur, nota atau bon harus disimpan untuk melengkapi laporan arus kas ini.


Hal-hal Yang Perlu Di Perhatikan

  • Pendapatan atau pemasukan yang diakui dan wajib di catat di dalam pembukuan sederhana ini adalah ketika uang telah diterima, atau ketika beban dan biaya telah benar-benar terbayarkan. Jika belum terjadi penerimaan atau pembayaran, maka kegiatan ini tidak dicatat di dalam pembukuan.
  • Pencatatan yang dilakukan di dalam pembukuan sederhana ini harus dipisahkan antara keuangan usaha dan keuangan pribadi. Hal ini bertujuan agar memudahkan kita untuk menganalisa hasil usaha dan melihat perkembangan usaha kita secara lebih terperinci berdasarkan data-data dan fakta yang ada. Pencampuran keuangan membuat kita tidak bisa dengan pasti menentukan apakah usaha yang kita jalankan ini benar-benar menghasilkan keuntungan atau sebenarnya dalam kondisi rugi namun sering kali tertutup dengan pemasukan yang berasal dari keuangan pribadi.
  • Pencatatan yang kita lakukan di dalam pembukuan sederhana haruslah berdasarkan bukti-bukti seperti kuitansi dan tagihan dari supplier, nota pembelian bahan baku, faktur-faktur penjualan dan bukti lainnya. Jika terjadi pengeluaran yang tidak memiliki bukti yang konkret maka pengeluaran tersebut tidak diakui dan tidak dicatatkan di dalam pembukuan.
  • Seluruh transaksi yang terjadi di dalam menjalankan usaha harus dicatat dengan jelas. Transaksi adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan kondisi usaha secara keseluruhan di mana kegiatan tersebut mengubah, baik menambah maupun mengurangi, kewajiban usaha, modal pemilik serta aset usaha yang dimiliki. Di dalam pencatatan transaksi ini juga disebutkan (dicatatkan) biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan serta pendapatan yang diperoleh dalam satu periode tertentu.

Adapun tahapan-tahapan membuat pembukuan adalah sebagai berikut :

1. Kumpulkan dan Analisa Data Transaksi

Proses pembukuan dimulai dari proses pengumpulan data transaksi keuangan dalam bentuk bukti transaksi pembayaran. Bukti transaksi pembayaran dapat berbentuk kwitansi, akte, surat perjanjian, wesel, dll. Dari bukti yang didapat, kemudian dilakukan identifikasi dan analisa transaksi untuk menentukan kevalidan nilai dan status transaksi tersebut.


2. Membuat Jurnal Transaksi


Setelah bukti transaksi dianalisa, proses selanjutnya adalah memasukkan nilai yang diakui ke dalam jurnal catatan transaksi. Proses menulis jurnal ini dapat dilakukan setiap ada transaksi baru atau dilakukan sekaligus setelah transaksi selama 1 hari terkumpul. Namun lebih disarankan untuk menulis jurnal setiap ada transaksi. Hal ini untuk menghindari terjadinya “miss posting”.

Di dalam jurnal transaksi sendiri, minimal harus ada beberapa kolom informasi sbb:

1. Tanggal
2. Nomor bukti
3. Akun transaksi
4. Keterangan
5. Debet
6. Kredit
7. Saldo

3. Memindahkan Jurnal  Transaksi ke Buku Besar

Pada proses penulisan jurnal, tidak ada pengelompokan jenis transaksi. Melainkan semua transaksi yang terjadi dicatat sekaligus dalam 1 jurnal. Apakah itu transaksi kas, piutang, hutang atau pembayaran. Pada langkah berikutnya, catatan transaksi tersebut baru dipindahkan ke dalam kelompok akun sesuai dengan jenis transaksi. Nah, kelompok-kelompok akun inilah yang disebut "Buku Besar (General Ledger). Di dalam buku besar, satu jenis transaksi berkumpul menjadi satu kelompok. Misalnya : akun kas terdiri dari transaksi-transaksi yang berupa kas saja, akun aset tetap terdiri dari transaksi-transaksi yang berupa aset saja. Di dalam buku besar inilah, kita dapat melihat transaksi dengan lebih terstruktur.


4. Membuat Neraca Percobaan


Membuat neraca percobaan biasanya dilakukan setiap menjelang penutupan buku. Proses membuat neraca percobaan (trial balance) dimaksudkan untuk memastikan bahwa nilai jenis akun bersaldo debit sama dengan jenis akun bersaldo kredit (seimbang). Atau secara keseluruhan, jumlah nilai transaksi debit sama dengan transaksi kredit.

Dapat dikatakan saldo-saldo akhir akun bersaldo debit dijumlahkan, dan saldo-saldo akun bersaldo kredit juga dijumlahkan, lalu dibandingkan. Jika nilainya sama berarti balance (sudah benar).


Bagaimana jika tidak seimbang? ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan neraca tidak seimbang antara lain:


1. Ada transaksi yang belum dicatat.
2. Ada transaksi yang salah perhitungan atau salah catat.

Semoga bermanfaat adanya.


Wassalam,
Salam sejahtera selalu

 M C Heru Purnomo

Artikel disadur dari :


Senin, 04 Februari 2013

Kisah Monyet dan Genggaman Tangannya

Bismillahirahmanirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh





Di Afrika, teknik atau cara berburu monyet begitu unik. Si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup tanpa cedera.
Cara menangkapnya sederhana saja, si pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang & sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma. Tujuannya utk mengundang monyet-monyet datang. 
Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup. Para pemburu biasa melakukannya disore hari.
Besoknya, mereka tinggal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol, tak bisa dikeluarkan.
Kok, bisa ?
Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana !
Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu. Tapi, tanpa sadar sebenamya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri. 
Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu.
Kita mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet menggenggam kacang.
Kita sering menyimpan dendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah mengampuni.
Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada.
Kita tak pernah bisa melepasnya.? Bahkan, kita bertindak begitu bodoh, membawa “toples-toples” itu ke mana pun kita pergi. Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan.
Tanpa sadar, kita sebenarnya sedang terperangkap penyakit kepahitan yang parah.?
Sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya & kita pun akan selamat dari sakit hati jika sebelum matahari terbenam kita mau melepas semua perasaan negatif terhadap siapapun…

Bukalah Genggaman Tangan Anda...
Jangan Simpan kepahitan itu...
 
Semoga bermanfaat adanya.
Wassalam,
Salam sejahtera selalu,
 
 M C Heru Purnomo
 Artikel diambil dari : SUMBER
 
 

Tenaga Sales Atau Marketingkah Anda ????

Bismillahirahmanirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Apabila teman-teman membuka halaman lowongan kerja di sebuah surat kabar pasti pernah membaca adanya lowongan untuk tenaga marketing suatu perusahaan. Ternyata ketika kita melamar di post tersebut, bukan tenaga marketing sebenarnya yang dicari tapi tenaga sales atau salesman. Lho emang ada perbedaan ya antara salesman dan marketing ?? Ternyata ada perbedaan antara marketing dan sales. Berikut sekilas bahasan tentang perbedaan antara sales dan marketing.
 
Apa bedanya menjual (sales) dan memasarkan (marketing)? Pengertian kedua istilah itu memang suka rancu. Apalagi perusahaan pada umumnya lebih suka memakai marketing executive ketimbang salesman untuk tenaga penjualannya. Alasannya, ‘salesman’ berkonotasi negatif di benak konsumen ketimbang ‘marketing executive’ yang kedengarannya lebih mentereng.

Padahal peran sales sama pentingnya dengan marketing. Memang keduanya sama-sama ‘jualan.’ Perbedaannya, adalah sales benar-benar berjualan dalam arti yang sebenarnya yakni mendatangkan uang. Sales berusaha membuat transaksi: memindahkan uang dari kantong konsumen masuk ke kas perusahaan. Key Performance Indicator (KPI) utamanya adalah target penjualan.

Sementara itu pengertian jualan di marketing lebih pada meraih perhatian, pikiran dan hati konsumen sehingga mereka mau membeli produk kita. Bukan hanya berkeinginan membeli tetapi juga menjadi konsumen yang loyal. Jadi, kalau di sales kita berusaha memenangkan kantong konsumen, di marketing kita berusaha memenangkan persepsi konsumen.

Hubungan Sales dan Marketing

Sales baru bekerja setelah produk sudah tersedia sedangkan marketing sudah sibuk jauh hari sebelum produk diluncurkan. Adalah marketing yang merancang strategi produk melalui apa yang kita kenal dengan Segmentasi, Targeting dan Positioning (STP). STP itu lalu diwujudkan dalam marketing mix yang terdiri dari Product (produk), Price (harga), Place (tempat), Promotion (promosi) (4P). Bahkan ada yang menyebutnya 7P dengan menambahkan Process (proses), People (orang), Physical evidence (bukti fisik)

Setelah strategi marketing selesai dirumuskan, produk sudah jelas STP-nya, barulah sales bekerja. Jadi marketing ada di tingkat pemikiran sedangkan sales pada level pelaksanaan. Jika pemikirannya betul, maka pelaksanannya pun betul.

Ibarat di dunia militer, marketing adalah saat dimana rencana penyerbuan disusun. Di mana lokasi musuh, berapa kekuatannya, berapa banyak logistik yang harus disiapkan dan bagaimana cara menjangkau lokasi. Jika strategi benar, eksekusinya benar.

Dengan demikian salesman tahu harus fokus ke konsumen yang seperti apa ketika menjual produk, tidak asal ketemu orang, langsung menawarkan produk. Salesman juga tahu harus ngomong apa ke konsumen, apa yang membedakan produknya dengan kompetitor. Salesman know what to expect sehingga mereka bisa lebih efektif.

Secara singkat marketing is the brain sedangkan sales is the muscle.

Demikianlah perbedaan antara sales dan marketing. Tapi dibalik perbedaan keduanya tersebut, masing-masing mempunyai arti yang sama besar untuk pemasukan aset bagi suatu perusahaan. Jadi bagi tenaga sales/salesman hendaknya tidak berkecil hati dan tetap bangga berprofesi sebagai salesman, karena banyak juga yang sukses di kehidupannya dan itu diawali dengan bekerja sebagai tenaga sales. 





Masih banyak perbedaan sales dan marketing, silakan menambahkan sendiri sesuai dengan pikiran atau pengalaman Anda.

Semoga bermanfaat adanya.

Wassalam,
Salam sejahtera selalu.

M C Heru Purnomo

Artikel disadur dari :

1. smarketing08.wordpress.com

2. binisUKM.com