Tampilkan postingan dengan label ETIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ETIKA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juli 2013

JADILAH HACKER YANG POSITIF

Bismillahirahmanirahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Semalam ( 03/07/2013) saya mengikuti pembicaraan salah satu teman FB saya dengan mereka-mereka yang berada dalam komunitas Hacker ( maaf tidak akan saya sebut nama-nama mereka, demi privacy mereka ya...). Sahabat saya merasa terganggu dan marah karena web nya di hack oleh seseorang dalam komunitas tersebut. Dan lebih parahnya lagi pada akhirnya web tersebut di drop data basenya, sehingga tidak bisa diakses lagi. Betul-betul parah nih etika para hacker ini. Padahal web tersebut adalah untuk jualan, mencari nafkah untuk memberi makan istri dan anaknya.

Dalam Ensiklopedia Istilah-istilah Komputer dan Internet, hacker secara tidak langsung menunjuk seorang programer atau amatir yang hobi komputer tanpa melalui pendidikan formal. Tergantung konteksnya, hacker bisa berarti positif (pujian) atau negatif (penghinaan) pada seseorang yang hobi komputer. Namun, belakangan ini arti hacker cenderung berkonotasi negatif. Untuk itu para hacker sejati menamai para hacker perusak dengan istilah cracker. Saya memahami bahwa hacker dan cracker yang anda maksudkan adalah yang merusak sebuah sistem komputer atau internet.



Secara umum, kata merusak selalu berarti negatif. Tapi, bila dikaitkan dengan obyek yang dirusak, kata merusak bisa berarti positif. Oleh karena itu, salah satu aplikasi kata " nahi munkar " dalam terminologi da’wah Islam yang bersifat " amar ma’ruf nahi mungkar " bisa berarti “ merusak yang positif ”. Misalkan menghancurkan berhala yang disembah manusia, tempat-tempat prostisusi, dan perjudian, itu berarti positif. Karena tujuannya untuk melindungi masyarakat dari sifat-sifat dan kebiasaan-kebiasaan yang buruk.

Begitupun dengan hacker dan cracker. Bila itu digunakan untuk merusak situs-situs Islam dan situs-situs yang positif dalam arti membangun dan menambah pengetahuan yang berguna, maka jelas itu tidak boleh. Karena itu berarti menghalangi da’wah lewat internet. Tapi, bila hacker dan cracker itu ditujukan kepada situs-situs porno atau situs-situs yang isinya mendeskreditkan Islam dan umat Islam, maka itu justru dianjurkan. Karena situs-situs seperti itu bertujuan merusak sifat-sifat kemanusiaan manusia. Bukankah salah satu pilar da’wah Islam adalah mencegah kemungkaran (nahi mungkar).

Rasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Bila tidak mampu, hendaklah ia mengubah dengan lisannya. Dan bila tak mampu, hendaklah ia mengubah dengan hatinya. (Mengubah dengan hati) itulah selemah-lemah iman” (Muttafaqun ‘alaih).

Kita para pengguna internet akan sangat berterimakasih pada para hacker apabila mereka mau melakukan hacking untuk situs-situs yang tidak membangun, berisi SARA, pelacuran online, Judi online, pornografi dan pornoaksi, bisnis abal-abal semacam money games dan sebagainya. Kenapa keahlian yang mereka miliki tidak untuk menyerang situs-situs merusak mindset bangsa ini. Kenapa justru merusak web-web yang dipakai untuk pembelajaran orang banyak, web toko online, web yang membangun mindset dan kemajuan bangsa ? Kenapa ?

Wassalam,
Salam sejahtera selalu,

M C Heru Purnomo.
 

Rabu, 03 April 2013

Musuh Dalam Selimut !!!!


Bismillahirahmanirahim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Menghabiskan waktu sekitar delapan jam di kantor, besar kemungkinan hubungan profesional di antara rekan kerja berubah menjadi persahabatan yang lebih informal. Berawal dari tukar ide saat rapat, berakhir dengan saling curhat mengenai pekerjaan dan persoalan pribadi. Namun, di dunia kerja apa saja bisa terjadi,  tak terkecuali dikhianati rekan kerja yang sudah kita anggap sebagai sahabat sejati. Kalau sudah begini, mesti bertahan atau putuskan saja pertemanan ini? 

Beda Nilai

Menurut Rima Olivia, konsultan karier dari Uniform - Personal Growth and Career Development Consulting, tindakan ‘menikam’ teman sendiri bisa terjadi karena adanya perbedaan nilai antara kita dan rekan kerja. Kita bisa saja mengatakan bahwa mengadukan kesalahan teman sendiri di depan publik merupakan tindakan yang tercela, karena kita dibesarkan dalam keluarga yang menjunjung tinggi nilai pertemanan, misalnya.

“Sebaliknya, jika seseorang merasa nilai persahabatan tidak sepenting karier atau jabatannya, sehingga mengorbankan rekan kerjanya bukanlah masalah yang harus diperdebatkan, maka dia tidak akan merasa bersalah. Misalnya, dia sering mendengar ungkapan-ungkapan seperti ‘itu biasa dalam bisnis’, ‘hidup itu keras’, dan sebagainya,” tambah Rima.

Taktis dan Strategis

 Walaupun kemarahan sudah di ujung kepala, Rima menyarankan untuk tidak bertindak gegabah. Yang lebih utama adalah menentukan langkah berikutnya. Emosi yang meledak-ledak hanya akan memberikan kepuasan sesaat. Coba dipertimbangkan lagi, jika Anda memilih untuk ‘buka-bukaan’, efek berikutnya akan memperbaiki atau malah memperburuk keadaan? Bagaimana jika respons impulsif Anda itu malah membuat Anda kehilangan dukungan dan menyakiti pihak-pihak lain?

Menurut Rima, saat berhadapan dengan konflik, ada tiga aksi yang bisa dipilih: membalas, diam dulu, atau abaikan. Manfaatkan dengan baik momen antara ‘penyerangan’ dan akan mengambil sikap apa. Anda harus lebih strategis, mengukur ke dalam, dan pikirkan masa depan karier Anda. Berpikir dengan matang sebelum bertindak sangatlah penting.

Jangan salah, diam secara sadar dan penuh perhitungan, itu termasuk action. Mengamati rekan kerja sambil menganalisis mengapa rekan bersikap seperti itu, dan mencari bukti-bukti yang menguatkan posisi Anda, juga merupakan strategi. Setelah itu, Anda bisa memutuskan, apakah masalah ini penting atau tidak. Choose your battle wisely. “Asal tahu saja, dengan Anda tidak mau mengarahkan energi untuk rekan kerja yang telah menikam dan ingin menjatuhkan Anda, itu akan menyebalkan bagi dia,” tambah Rima.

Anda juga harus mengenali kebiasaan Anda saat mengatasi masalah. Jika Anda termasuk people person, yang menganggap pertemanan itu penting dan pekerjaan bisa dicari di tempat lain, mungkin Anda bisa mengabaikan masalah ini dengan mudah. Tetapi, jika Anda memegang teguh profesionalisme dan menjunjung tinggi kebenaran, penting untuk merefleksikan diri: di mana kesalahan Anda sehingga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman sendiri? Sambil tentu saja mencari fakta-fakta yang mendukung Anda, agar bisa dipertanggungjawabkan jika konflik ini membesar.   
  
Tidak dipungkiri, untuk bisa mencapai kematangan emosional seperti ini, jam terbanglah yang bicara. Makin tinggi posisi seseorang, biasanya  makin kompleks pula masalah yang dihadapi. Tidak hanya disikut kanan-kiri, tetapi juga "ditikam" dari belakang, dan mungkin juga mendapat tekanan dari atas. 
 
Namun, satu hal yang biasanya dipahami oleh orang yang sudah berada di level ini adalah krisis pasti berakhir. Tinggal mencari tahu bagaimana meredamnya, bagaimana mendamaikan apa yang ada dalam hati, dan bagaimana harus bersikap. Dengan diam yang decisive, diam untuk mengendapkan masalah yang ada sebelum bertindak, orang akan melihat Anda sebagai leader yang matang. Jadi, kuncinya bukan selalu perkara sabar atau tidak,” tegas Rima.

Lanjut atau Sudahi ?

Setelah terjadi peristiwa yang tidak menyenangkan ini, biasanya hubungan Anda dan rekan kerja menjadi kurang nyaman. Apalagi jika Anda termasuk orang yang tidak tenang sebelum mendapat penjelasan. Setelah rekan minta maaf, perlukah Anda memaafkannya? Atau lebih baik memutuskan persahabatan sama sekali? 


Keputusan ini lagi-lagi ada di tangan Anda.  Jika Anda bisa memahami alasan di balik tindakannya dan mau memaafkannya, tentu boleh. Tetapi, jika Anda merasa alasannya terlalu sepele dan tak pantas mengorbankan yang sudah terjalin lama, kemudian Anda memilih untuk tidak berteman dengannya lagi, juga tak masalah.    


Bagaimanapun, di dunia ini tidak ada yang abadi. Tidak ada pula yang mengharuskan untuk melanjutkan pertemanan atau apa pun, karena orang berubah dan berkembang. Banyak hal yang bisa mengakhiri satu pertemanan, misalnya konflik atau tiba-tiba sudah tidak tertarik pada hal yang sama. “Jika mempertahankan sesuatu padahal ada ganjalan, tentunya tidak baik untuk kesejahteraan emosi masing-masing. Pada titik tertentu, seseorang harus mandiri dengan dirinya sendiri,” ungkap Rima.   

Namun, pengalaman pahit ini tentunya jangan pula membuat Anda kapok menjalin pertemanan di kantor. Terbukti, tidak sedikit, kok, persahabatan di kantor yang bertahan hingga puluhan tahun. Memang, kondisi kantor juga ikut memengaruhi pola pertemanan. Jika beban kerja sangat tinggi dan sangat tertekan, hubungan yang tadinya baik-baik saja bisa menjadi memburuk. Anda tidak bisa lagi melihat satu tugas sebagai tugas bersama, melainkan mengapa dia hanya sedikit kerja, sementara Anda sebaliknya. Lama-kelamaan, kenyamanan bekerja bisa terusik juga.

“Dalam organisasi yang sehat dan kadar kepercayaannya tinggi, hal ini bisa diminimalkan,” kata Rima. Misalnya, Anda melihat beban rekan kerja tinggi, otomatis Anda akan membantu karena tahu bahwa dia akan melakukan hal yang sama. Kepercayaan  adalah hal yang dibangun bertahun-tahun lewat reputasi dan catatan perjalanan seseorang. Tapi, ada juga kepercayaan yang tumbuh secara otomatis karena ada chemistry yang baik.

Dalam organisasi yang bersih, rekan kerja yang saling mendukung, dan beban kerja yang terdistribusi merata, potensi terjadinya saling "menikam" antara sesama rekan kerja sangat kecil. Karena, di organisasi semacam itu sudah tertanam pemahaman bahwa kenyamanan situasi di kantor adalah tanggung jawab bersama karyawan. Hal itu mendorong kepercayaan terhadap rekan kerja tumbuh dengan baik.

Meski begitu, Rima mengingatkan Anda untuk tidak memercayai seseorang 100% karena hal itu sama saja dengan naif. Karena, saat Anda memberikan kepercayaan kepada orang lain, risiko dikhianati selalu ada. “Jangan menutup mata dan telinga saat berinteraksi dengan rekan kerja. Walaupun berteman, tetaplah bersikap profesional kepada rekan kerja dan ada formalitas hitam di atas putih untuk setiap kerja sama,” tegasnya.

Tapi, menutup diri juga bukan pilihan baik karena  hanya akan merugikan diri sendiri. “Anda akan menjadi orang yang mudah curiga, tidak bisa sharing atau mendelegasikan tugas. Padahal, saat bekerja, Anda membutuhkan team work untuk bisa sukses,” tandas Rima. (Femina)


 
Berikut tanda-tanda bahwa sahabat Anda tidak seperti yang Anda kira.

1. Ketika "teman" Anda membutuhkan Anda, dia selalu ada di sekitar Anda. Namun, saat Anda membutuhkan sesuatu, dia tidak pernah ada.

2. Insting Anda mengatakan bahwa Anda tidak boleh memercayai orang ini. Tetapi, Anda tidak bisa menemukan alasannya.

3. Kebanyakan komentar "teman" Anda justru membuat Anda merasa buruk tentang diri Anda daripada sebelumnya.

4. Dia tidak bisa bahagia untuk Anda ketika Anda berhasil. Tetapi, tampaknya terlihat gembira ketika Anda sedang dirundung masalah. Sebagai contoh, setiap kali sesuatu yang baik terjadi—kenaikan gaji, karier baru, dan pacar baru, "teman" Anda meremehkan atau membuatnya terdengar seperti kebetulan.

5. Percakapan selalu berputar di sekelilingnya : masalahnya, hidupnya, apa pun kecuali hal yang terjadi dengan Anda.

6. Anda mengetahui dia menjelek-jelekkan Anda di belakang.

7. Status update di media sosialnya selalu berisi penghinaan terselebung untuk Anda atau "teman" Anda yang lain. Dan, setiap kali Anda mem-posting sesuatu, ia selalu menemukan cara mencelanya.  

8. Anda tak bisa bebas berbicara dengannya, seolah-olah takut salah kata.

9. Dia selalu berprasangka buruk tentang semua hal yang Anda lakukan. Selalu merasa bahwa Anda akan menyerangnya, menyakitinya, menjelekkannya, dan meremehkannya.

10. Dia sering bertingkah kekanak-kanakan dan mudah sekali merajuk.

11. Dia tidak pernah membalas telepon, e-mail, atau SMS, kecuali ia membutuhkan sesuatu dari Anda.

12. "Teman" Anda benar-benar mengabaikan kebutuhan Anda, tak peduli kalau Anda lelah atau sakit. Ini semua tentang dia sepanjang waktu.

13. Ia akan menghabiskan waktu mengkritik Anda. Mulai dari pakaian, potongan rambut, hingga pria/wanita yang Anda taksir.

14. Dia tidak sensitif. Jika Anda berjuang dengan perceraian atau anak-anak, dia akan memberi Anda satu ton nasihat yang menyiratkan bahwa semua yang terjadi adalah salah Anda.

15. Setiap kali Anda berbagi kisah dengannya membuat Anda meragukan diri sendiri. Contoh, bila Anda menyampaikan kabar gembira telah berhasil menurunkan bobot tubuh 3 kg, ia akan membuat seolah usaha Anda belum maksimal. (Female Kompas)

Semoga bermanfaat adanya.

Wassalam,
Salam sejahtera selalu,

M C Heru Purnomo

Senin, 11 Februari 2013

PENTINGNYA ETIKA DAN MORAL

Bismillahirahmanirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh






Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar itu Etika dan Moral, namun pada kenyataannya hanya sebagian orang yang dapat menerapkan Etika dan Moral yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum lebih lanjut membahas pentingnya etika akan lebih baik jika kita mengerti apa itu etika dan moral.


Etika merupakan Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Sedangkan moral Istilah Moral berasal dari bahasa Latin. Bentuk tunggal kata ‘moral’ yaitu mos sedangkan bentuk jamaknya yaitu mores yang masing-masing mempunyai arti yang sama yaitu kebiasaan, adat.


Bila kita membandingkan dengan arti kata ‘etika’, maka secara etimologis, kata ’etika’ sama dengan kata ‘moral’ karena kedua kata tersebut sama-sama mempunyai arti yaitu kebiasaan,adat. Dengan kata lain, kalau arti kata ’moral’ sama dengan kata ‘etika’, maka rumusan arti kata ‘moral’ adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.


Sedangkan yang membedakan hanya bahasa asalnya saja yaitu ‘etika’ dari bahasa Yunani dan ‘moral’ dari bahasa Latin. Jadi bila kita mengatakan bahwa perbuatan pengedar narkotika itu tidak bermoral, maka kita menganggap perbuatan orang itu melanggar nilai-nilai dan norma-norma etis yang berlaku dalam masyarakat. Atau bila kita mengatakan bahwa pemerkosa itu bermoral bejat, artinya orang tersebut berpegang pada nilai-nilai dan norma-norma yang tidak baik.


Mengapa Etika dan moral penting? Karena Dalam dunia sehari-hari, bisnis, sekolah, bermasyarakat, dan lain sebagainya. Harus di dukung oleh sikap dalam tutur kata yang baik dan tingkah laku (perbuatan) yang baik pula, karena pada dasarnya seseorang akan melihat cara kita berbicara dan tingkah laku kita saat berbicara dengan lawan bicara kita. Missal : jika kita tidak dapat bertutur kata dengan baik dalam dunia bisnis, rekan bisnis kita pasti akan merasa kecewa karena semula ingin bekerja sama dengan anda, karena melihat dari segi tutur kata atau tingkah laku anda kurang baik, itu akan menjadi minus bagi anda di mata rekan bisnis anda.


Begitu juga dalam bermasyarakat, jika dalam lingkungan perumahan atau sekitar rumah anda, anda tidak dapat menjaga etika dan moral, secara sikap dan tingkah laku maka dalam kehidupan bermasyarakat anda akan mendapatkan predikat yang kurang baik.


Kesimpulan


Dari pengertian diatas dapat kita simpulkan betapa pentingnya etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari karena jika tanpa etika dalam dunia pekerjaan dan melakukan aktifitas yang berdialog dengan lawan bicara tanpa mempunyai etika dan moral yang kurang bagus, akan terasa sekali dampaknya pada diri kita sendiri, jika dengan etika dan moral yang bagus seseorang akan merasa nyaman berdialog dengan kita, sebaliknya  jika tanpa di dukung oleh etika dan moral yang bagus, seseorang akan segan untuk berdialog atau berkomunikasi dengan kita.

Bisa kita bayangkan bukan apa yang akan terjadi kalau kita tidak menggunakan etika yang benar.. Menurut teman-teman apa yang bakalan terjadi bagi seorang pebisnis bila tidak menggunakan etika dalam menjalankan bisnisnya ? Akan meraih sukses atau terpuruk kah bisnisnya ? Silahkan share pendapat teman-teman semua ya.....

Semoga barmanfaat adanya.

Wassalam,
Salam sejahtera selalu,

M C Heru Purnomo 


Artikel dari : Sumber

Kamis, 18 Oktober 2012

Pendidikan Karakter di Indonesia

Bismillahirahmanirahim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh





Kita sebagai orang tua seringkali mengikutkan anak kita berbagai macam les tambahan di luar sekolah seperti les matematika, les bahasa inggris, les fisika dan lain-lain. Saya yakin hal ini kita dilakukan untuk mendukung anak agar tidak tertinggal atau menjadi yang unggul di sekolah. Bahkan, terkadang ide awal mengikuti les tersebut tidak datang dari si anak, namun datang dari kita sebagai orang tua. Benar tidak?

Memang, saat ini kita menganggap tidak cukup jika anak kita hanya belajar di sekolah saja, sehingga kita mengikutkan anak kita bermacam-macam les. Kita ingin anak kita pintar berhitung, kita ingin anak kita mahir berbahasa inggris, kita juga ingin anak kita jago fisika dan lain sebagainya. Dengan begitu, anak memiliki kemampuan kognitif yang baik.

Ini tiada lain karena, pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah juga menuntut untuk memaksimalkan kecakapan dan kemampuan kognisi. Dengan pemahaman seperti itu, sebenarnya ada hal lain dari anak yang tak kalah penting yang tanpa kita sadari telah terabaikan. Apa itu? Yaitu memberikan pendidikan karakter pada anak didik. Saya mengatakan hal ini bukan berarti pendidikan kognitif tidak penting, bukan seperti itu!

Maksud saya, pendidikan karakter penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Beberapa kenyataan yang sering kita jumpai bersama, seorang pengusaha kaya raya justru tidak dermawan, seorang politikus malah tidak peduli pada tetangganya yang kelaparan, atau seorang guru justru tidak prihatin melihat anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah. Itu adalah bukti tidak adanya keseimbangan antara pendidikan kognitif dan pendidikan karakter.


Tawuran antar Pelajar



Stop Tawuran !!!!


Ada sebuah kata bijak mengatakan, ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh. Sama juga artinya bahwa pendidikan kognitif tanpa pendidikan karakter adalah buta. Hasilnya, karena buta tidak bisa berjalan, berjalan pun dengan asal nabrak. Kalaupun berjalan dengan menggunakan tongkat tetap akan berjalan dengan lambat. Sebaliknya, pengetahuan karakter tanpa pengetahuan kognitif, maka akan lumpuh sehingga mudah disetir, dimanfaatkan dan dikendalikan orang lain. Untuk itu, penting artinya untuk tidak mengabaikan pendidikan karakter anak didik. Lalu apa sih pendidikan karaker itu?

Jadi, Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menekankan pada pembentukan nilai-nilai karakter pada anak didik. Saya mengutip empat ciri dasar pendidikan karakter yang dirumuskan oleh seorang pencetus pendidikan karakter dari Jerman yang bernama FW Foerster
Pertama, pendidikan karakter menekankan setiap tindakan berpedoman terhadap nilai normatif. Anak didik menghormati norma-norma yang ada dan berpedoman pada norma tersebut. 
Kedua, adanya koherensi atau membangun rasa percaya diri dan keberanian, dengan begitu anak didik akan menjadi pribadi yang teguh pendirian dan tidak mudah terombang-ambing dan tidak takut resiko setiap kali menghadapi situasi baru. 
Ketiga, adanya otonomi, yaitu anak didik menghayati dan mengamalkan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi pribadinya. Dengan begitu, anak didik mampu mengambil keputusan mandiri tanpa dipengaruhi oleh desakan dari pihak luar. 
Keempat, keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan adalah daya tahan anak didik dalam mewujudkan apa yang dipandang baik. Dan kesetiaan marupakan dasar penghormatan atas komitmen yang dipilih.


Pendidikan karakter penting bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter akan menjadi basic atau dasar dalam pembentukan karakter berkualitas bangsa, yang tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu dan mengormati dan sebagainya. Pendidikan karakter akan melahirkan pribadi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif saja namun memiliki karakter yang mampu mewujudkan kesuksesan.

Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat, ternyata kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis dan kognisinya (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Dan, kecakapan soft skill ini terbentuk melalui pelaksanaan pendidikan karater pada anak didik.

 Berpijak pada empat ciri dasar pendidikan karakter di atas, kita bisa menerapkannya dalam pola pendidikan yang diberikan pada anak didik. Misalanya, memberikan pemahaman sampai mendiskusikan tentang hal yang baik dan buruk, memberikan kesempatan dan peluang untuk mengembangkan dan mengeksplorasi potensi dirinya serta memberikan apresiasi atas potensi yang dimilikinya, menghormati keputusan dan mensupport anak dalam mengambil keputusan terhadap dirinya, menanamkan pada anak didik akan arti keajekan dan bertanggungjawab dan berkomitmen atas pilihannya. Kalau menurut saya, sebenarnya yang terpenting bukan pilihannnya, namun kemampuan memilih kita dan pertanggungjawaban kita terhadap pilihan kita tersebut, yakni dengan cara berkomitmen pada pilihan tersebut.




 Pendidikan karakter hendaknya dirumuskan dalam kurikulum, diterapkan metode pendidikan, dan dipraktekkan dalam pembelajaran. Selain itu, di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar juga sebaiknya diterapkan pola pendidikan karakter. Dengan begitu, generasi-generasi Indonesia nan unggul akan dilahirkan dari sistem pendidikan karakter.

Semoga bermanfaat adanya.

Wassalam,
Salam sejahtera selalu,

Mochamad Choliq Heru Purnomo

Dikutip dari : SUMBER

Disponsori oleh : 


Solusi tepat alih belanja pulsa Anda. Daftar GRATIS dan bonus MELIMPAH.





Selasa, 04 September 2012

13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan

Bismillahirahmanirahim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.

1. Tidak Punya Visi

Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. Berfirman: 

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. 

Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati. Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda:

 “Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa.”

2. Kasar

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi istri.

Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.

3Sombong

Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34). Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi:

“Kesombongan adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka.” 

Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong. Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami.

4. Tertutup

Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan.

Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini.

5. Plinplan

Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).

6. Pembohong

Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.
Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong.

7. Cengeng

Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.

Suami yang cengeng cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.

8. Pengecut

Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut.

Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.

9. Pemalas

Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal , kata kasal artinya malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami.

10. Cuek Pada Anak

Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.

Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita.

11. Menang Sendiri

Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api.

12. Jarang Komunikasi

Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.

Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.

13. Tidak Rapi dan Tidak Harum

Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Allahu a’lam


Semoga bermanfaat adanya.

Agar berimbang baca juga artikel di bawah ini :

13 Sifat Perempuan Yang Tidak Disukai Laki-laki



Wassalam, 
Salam sejahtera selalu,

Mochamad Choliq Heru Purnomo

Disadur dari : SUMBER

Disponsori oleh :

PULSAGRAM

Solusi tepat alih belanja pulsa Anda. Daftar GRATIS dan bonus MELIMPAH.